Pelatihan Virtual Reality (VR) adalah salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan dalam penggunaan VR di perusahaan. Teknologi ini memberi karyawan pengalaman realistis dan simulasi untuk bekerja di lingkungan tertentu yang menantang.

Walmart memperkenalkan contoh programnya di tahun 2017 saat karyawannya menerima pelatihan virtual reality di salah satu fasilitas Walmart Academy. Pelatihan ini menampilkan skenario dunia nyata, seperti berurusan dengan pembeli Black Friday. Pelatihan virtual reality ini dilakukan dengan menggunakan Oculus Rifts sebagai medianya.

Walmart kini tergabung ke dalam daftar perusahaan yang semakin berkembang karena telah memanfaatkan VR untuk melatih karyawan. Pelatihan virtual reality membuat belajar lebih visual dan dapat membantu pekerja dalam mempersiapkan diri untuk berbagai situasi.

Pada bulan Oktober 2018, Walmart memperluas pelatihan virtual realitynya dengan mengerahkan 17.000 headset Oculus Go ke hampir ke seluruh tokonya yang berjumlah 5.000. Tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan yang sama yang diterima oleh karyawan di Akademi kepada pekerja di semua toko secara nasional. Manajer, kasir, dan petugas kebersihan akan menjadi salah satu karyawan yang akan menerima pelatihan virtual reality. Walmart berencana untuk melatih pekerja di tiga bidang: teknologi baru, soft skill (seperti layanan pelanggan), dan kepatuhan.

 

Tantangan Dalam Pelatihan Internal yang Terjadi Sebelum Menerapkan teknologi VR?

Karena Walmart terus menerapkan teknologi dan program baru ke dalam tokonya, mereka memerlukan metode untuk memberikan pelatihan secara konsisten. Dengan banyak metode pelatihan yang digunakan untuk berbagai upaya, Walmart melihat VR sebagai metode untuk menyampaikannya secara konsisten. Sering kali, kita perlu menunjukkan proses yang rumit, dan VR memungkinkan mereka untuk menyiapkan mitra tanpa harus mengirim tim ke toko untuk melakukan pelatihan satu persatu.

 

Alasan Walmart Memperbanyak Perangkat Untuk Pelatihan Virtual Reality

Lebih dari dua tahun yang lalu, Walmart mengujicoba konten VR di pusat pelatihan Akademinya dan hasilnya sangat memuaskan. Skor hasil tes di pusat pelatihan dengan VR lebih tinggi bila dibandingkan dengan pusat pelatihan yang tidak menggunakannya. Berdasarkan pengukuran tersebut, Walmart memperluas VR ke semua pusat pelatihan Academynya.

Baca juga: Pelatihan Tentara VR, Masa Depan Untuk Pelatihan Angkatan Bersenjata

Perlukah Perusahaan Lain Untuk Menerapkan Pelatihan Virtual Reality?

Aaron Kimbrough, Sr. Manager II dalam Digital Operator di Walmart berpendapat bahwa VR menyediakan cara yang mendalam untuk melatih, yang memiliki dampak positif pada semua jenis peserta didik. Dengan VR, Anda dapat menempatkan pekerja dalam skenario yang tampak nyata saat mereka berinteraksi dengan situasi tertentu. Dari pengalamannya, ketika para pekerja merasakan sesuatu dan berinteraksi dengan hal tersebut, retensi informasi itu meningkat. Dengan VR, Anda dapat membuat skenario yang dapat dilihat berulang-ulang oleh banyak pekerja, dan itu akan selalu sama setiap saat, dan itu akan teus merangsang otak mereka untuk mengingat pelatihan dan semakin lama akan semakin menguasai materi yang diberikan.